Artikel Kesehatan
kasrs

hotline

RS Syarif Hidayatullah – Di tengah masyarakat Indonesia, istilah "hamil anggur" sering kali diselimuti oleh berbagai mitos dan cerita mistis. Sebagian orang mengaitkannya dengan hal-hal di luar nalar atau gangguan klenik karena bentuknya yang menyerupai butiran buah. Padahal, dalam dunia kedokteran, hamil anggur atau mola hidatidosa adalah kondisi medis murni yang berkaitan dengan kegagalan pembentukan janin akibat kelainan genetik saat pembuahan.

Memahami kehamilan anggur dari perspektif medis sangat penting bagi para calon Bunda agar tidak terjebak dalam rasa takut yang tidak perlu atau penanganan yang salah. Deteksi dini melalui pemeriksaan medis menjadi kunci utama untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

hamil anggurIlustrasi medis pada kasus hamil anggur (mola hidatidosa). (Foto: Dok. Tzu Chi Hospital)

Apa Itu Hamil Anggur (Mola Hidatidosa)?

Secara medis, hamil anggur adalah komplikasi kehamilan yang langka di mana sel telur yang telah dibuahi berkembang secara tidak normal. Bukannya tumbuh menjadi janin dan plasenta yang sehat, sel-sel tersebut justru membentuk sekumpulan kista (kantong berisi cairan) yang menyerupai gerombolan buah anggur di dalam rahim.

Kondisi ini terjadi karena adanya kesalahan genetik pada saat proses pembuahan. Karena sel-sel ini tumbuh secara abnormal, kehamilan tersebut tidak dapat dipertahankan dan tidak akan berkembang menjadi bayi yang sehat.

 

Jenis-Jenis Hamil Anggur

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan membagi hamil anggur menjadi dua jenis utama berdasarkan proses pembentukannya:

  1. Hamil Anggur Lengkap (Complete Hydatidiform Mole): Pada kondisi ini, jaringan janin sama sekali tidak terbentuk. Hal ini terjadi ketika sel telur yang "kosong" (tidak mengandung materi genetik ibu) dibuahi oleh sperma. Akibatnya, semua jaringan yang tumbuh di dalam rahim adalah jaringan plasenta yang abnormal.
  2. Hamil Anggur Sebagian (Partial Hydatidiform Mole): Pada jenis ini, jaringan janin mungkin mulai terbentuk namun tidak sempurna dan tidak akan bisa bertahan hidup. Hal ini biasanya terjadi ketika satu sel telur yang normal dibuahi oleh dua sperma sekaligus, sehingga terjadi kelebihan materi genetik (kromosom).

 

Menepis Mitos: Mengapa Hamil Anggur Bisa Terjadi?

Penting untuk ditegaskan bahwa hamil anggur bukan disebabkan oleh makanan, perilaku ibu, apalagi gangguan mistis. Berikut adalah faktor risiko medis yang diakui secara ilmiah:

  • Usia Ibu: Risiko meningkat secara signifikan pada wanita yang hamil di usia ekstrem, yaitu di bawah 20 tahun atau di atas 35 tahun.
  • Riwayat Sebelumnya: Bunda yang pernah mengalami hamil anggur memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya kembali pada kehamilan berikutnya.
  • Faktor Gizi: Beberapa penelitian menunjukkan adanya kaitan antara kekurangan vitamin A atau beta-karoten dengan risiko mola hidatidosa.

 

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Pada awalnya, hamil anggur mungkin terasa seperti kehamilan normal. Namun, seiring waktu, akan muncul gejala-gejala yang lebih berat, antara lain:

  • Pendarahan Vagina: Biasanya terjadi pada trimester pertama, berwarna merah terang hingga coklat tua.
  • Mual dan Muntah yang Parah: Jauh lebih hebat daripada morning sickness biasa akibat kadar hormon hCG yang melonjak drastis.
  • Ukuran Perut Tidak Wajar: Rahim tumbuh jauh lebih cepat dibandingkan usia kehamilan yang seharusnya (misalnya usia 2 bulan tapi perut tampak seperti 4 bulan).
  • Keluarnya Jaringan Seperti Anggur: Dalam beberapa kasus, kista-kista kecil berbentuk butiran keluar dari vagina.
  • Tekanan Darah Tinggi: Munculnya tanda-tanda preeklamsia pada awal kehamilan.

 

Prosedur Penanganan Medis

Hamil anggur harus segera ditangani untuk menghindari risiko pendarahan hebat atau perubahan jaringan menjadi ganas (kanker). Langkah-langkah yang dilakukan biasanya meliputi:

  1. Kuretase (Suction Curettage): Prosedur untuk mengeluarkan seluruh jaringan abnormal dari dalam rahim.
  2. Pemantauan Kadar hCG: Setelah kuret, pasien harus melakukan tes darah secara berkala (biasanya selama 6-12 bulan) untuk memastikan kadar hormon hCG kembali ke nol. Jika kadar tetap tinggi, hal itu menandakan masih ada jaringan abnormal yang tersisa.
  3. Penundaan Kehamilan: Pasien disarankan untuk tidak hamil terlebih dahulu selama masa pemantauan agar dokter bisa membedakan antara kenaikan hCG akibat kehamilan baru atau akibat sisa jaringan mola.

 

Kesimpulan

Kehamilan anggur atau mola hidatidosa merupakan kondisi medis yang memerlukan penanganan secara cepat dan tepat guna mencegah resiko pendarahan maupun komplikasi jangka panjang yang berbahaya. Pemahaman yang benar dari sisi medis sangat diperlukan agar Bunda tidak terjebak dalam mitos yang menyesatkan. Penerapan pola hidup sehat serta pemeriksaan kehamilan sejak dini sangat membantu dalam mendeteksi adanya kelainan secara cepat.

Apabila muncul gejala seperti pendarahan yang tidak wajar atau mual yang sangat berat di awal kehamilan, segera lakukan konsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan (Sp.OG) di Rumah Sakit Syarif Hidayatullah untuk mendapatkan pemeriksaan USG dan penanganan yang tepat sesuai standar medis.

“Jangan Terpaku Mitos, Jaga Kesehatan Kehamilan dengan Konsultasi Medis Sejak Dini.”

 

Referensi:

Bunda Pintar. Jangan percaya mitos! Ini yang perlu bunda ketahui soal hamil anggur. Diakses dari https://www.bundapintar.id/artikel/jangan-percaya-mitos-ini-yang-perlu-bunda-ketahui-soal-hamil-anggur

Espos News. (2022, 25 Januari). Mitos hamil anggur bagi perempuan Banjar yang melanggar pamali. Diakses dari https://news.espos.id/mitos-hamil-anggur-bagi-perempuan-banjar-yang-melanggar-pamali-1239654

Nakita Grid. (2024, 9 Januari). Apa itu hamil anggur? Mitos dan fakta yang perlu diketahui oleh bumil. Diakses dari https://nakita.grid.id/read/023988580/apa-itu-hamil-anggur-mitos-dan-fakta-yang-perlu-diketahui-oleh-bumil

RS Syarif Hidayatullah – Menemukan benjolan pada payudara sering kali menimbulkan kekhawatiran dan kepanikan bagi banyak wanita. Anggapan bahwa setiap benjolan adalah kanker payudara masih sangat melekat di masyarakat. Padahal, secara medis, tidak semua benjolan pada payudara bersifat ganas.

Memahami perbedaan antara tumor payudara jinak dan kanker payudara (tumor ganas) sangatlah penting. Deteksi dini yang tepat bukan hanya memberikan ketenangan pikiran, tetapi juga menentukan langkah penanganan medis yang paling efektif.

tumor ganas vs jinaklustrasi perbedaan tumor jinak dibandingkan kanker payudara. (Foto: Dok.Mitra Keluarga)

Apa Itu Tumor Payudara dan Kanker Payudara?

Secara umum, tumor adalah pertumbuhan sel yang tidak normal atau berlebihan pada jaringan tubuh. Tumor terbagi menjadi dua kategori utama:

  1. Tumor Payudara Jinak: Merupakan benjolan yang pertumbuhannya lambat, tidak menyerang sel sehat di sekitarnya, dan tidak menyebar ke bagian tubuh lain (tidak bermetastasis). Contoh umum adalah fibroadenoma mammae (FAM) dan kista payudara.
  2. Kanker Payudara (Tumor Ganas): Merupakan kumpulan sel abnormal yang tumbuh secara tidak terkendali, bersifat agresif, dan memiliki kemampuan untuk merusak jaringan sehat di sekitarnya serta menyebar ke organ jauh seperti paru-paru, hati, atau tulang.

9 Perbedaan Utama Tumor dan Kanker Payudara

Berdasarkan aspek medis, berikut adalah poin-poin yang membedakan keduanya:

  1. Mobilitas Benjolan: Tumor jinak biasanya terasa kenyal, bulat, dan mudah digerakkan (mobile) saat disentuh. Sebaliknya, benjolan kanker cenderung keras, permukaannya tidak rata, dan terasa terfiksasi (tidak bisa digerakkan).
  2. Pertumbuhan: Tumor jinak tumbuh sangat lambat, sementara sel kanker dapat berkembang dengan cepat dalam waktu singkat.
  3. Rasa Nyeri: Tumor jinak sering kali menimbulkan nyeri yang berkaitan dengan siklus menstruasi. Kanker payudara pada stadium awal justru sering tidak menimbulkan rasa sakit.
  4. Perubahan Kulit: Kanker payudara sering disertai perubahan kulit seperti kerutan (seperti kulit jeruk/ peau d'orange), kemerahan, atau luka yang sulit sembuh. Hal ini jarang terjadi pada tumor jinak.
  5. Kondisi Puting: Pada kasus kanker, puting dapat tertarik ke dalam (retraksi) atau mengeluarkan cairan bercampur darah.
  6. Penyebaran: Tumor jinak tetap di tempat asalnya, sedangkan kanker bisa menyebar ke kelenjar getah bening di ketiak atau leher.
  7. Dampak Kesehatan: Tumor jinak tidak membahayakan nyawa, sedangkan kanker payudara berpotensi fatal jika tidak segera ditangani.
  8. Risiko Kekambuhan: Tumor jinak yang sudah diangkat jarang muncul kembali. Namun, kanker memiliki risiko kekambuhan (relaps) meski sudah menjalani pengobatan.
  9. Prognosis: Harapan sembuh untuk tumor jinak sangat tinggi. Untuk kanker, peluang kesembuhan sangat bergantung pada stadium saat pertama kali didiagnosis.

Penyebab dan Faktor Risiko

Hingga kini, penyebab pasti mutasi sel pada payudara belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seseorang terkena kanker payudara:

  • Faktor Genetik: Adanya riwayat keluarga dengan kanker payudara (mutasi gen BRCA1 dan BRCA2).
  • Hormonal: Paparan hormon estrogen yang tinggi, misalnya mulai menstruasi terlalu dini atau menopause yang terlambat.
  • Gaya Hidup: Konsumsi alkohol, merokok, obesitas, dan kurangnya aktivitas fisik.
  • Usia: Risiko meningkat seiring bertambahnya usia, terutama di atas 40 tahun.

Cara Mengatasi dan Pengobatan

Penanganan medis ditentukan berdasarkan jenis diagnosa yang ditegakkan oleh dokter spesialis bedah melalui pemeriksaan fisik, USG mammae, Mamografi, atau biopsi.

  • Untuk Tumor Jinak: Jika ukurannya kecil dan tidak mengganggu, dokter mungkin hanya akan melakukan observasi rutin. Namun, jika benjolan membesar atau menyebabkan nyeri, tindakan pengangkatan (lumpektomi) dapat dilakukan.
  • Untuk Kanker Payudara: Penanganan bersifat multidisiplin, meliputi operasi (mastektomi atau lumpektomi), kemoterapi, radioterapi, terapi hormonal, hingga imunoterapi untuk mematikan sel kanker secara tuntas.

Kesimpulan

Penyakit tumor maupun kanker payudara merupakan kondisi yang perlu ditangani dengan tepat agar tidak menimbulkan gangguan berkepanjangan maupun komplikasi serius. Kesadaran untuk melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri) setiap bulan adalah langkah awal yang sangat krusial dalam deteksi dini.

Apabila ditemukan benjolan, perubahan bentuk, atau keluhan tidak biasa pada payudara, segera lakukan konsultasi dengan dokter spesialis bedah di Rumah Sakit Syarif Hidayatullah untuk mendapatkan pemeriksaan penunjang dan penanganan medis yang tepat.

“Deteksi Dini, Lindungi Diri, Jaga Kesehatan Payudara Sejak Dini.”

Ditinjau Oleh : dr. Kania Difa P, Sp.B

Referensi: 

Halodoc. (2025, 24 September). Tumor payudara: Penyebab, gejala, dan cara mengatasinya. Diakses dari https://www.halodoc.com/artikel/tumor-payudara-penyebab-gejala-dan-cara-mengatasinya

Alodokter. (2025, 24 Maret). Kanker payudara - Gejala, penyebab, dan pengobatan. Diakses dari https://www.alodokter.com/kanker-payudara

Rumah Sakit Royal Progress. (2025, 3 Februari). 9 perbedaan tumor dan kanker payudara, jangan sampai salah!. Diakses dari https://royalprogress.com/id/blog/spesialisasi-medis/pusat-kesehatan-wanita/perbedaan-tumor-dan-kanker-payudara/

RS Syarif Hidayatullah - Penyakit asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan salah satu gangguan pencernaan yang banyak dialami masyarakat. Kondisi ini terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan (esofagus) dan menimbulkan rasa tidak nyaman, terutama sensasi terbakar di dada atau heartburn.

Meski sering dianggap sepele, GERD yang tidak ditangani dengan baik dapat memicu komplikasi serius. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab, gejala, serta cara penanganan penyakit asam lambung secara tepat.

GERDIlustrasi sensasi terbakar di dada (heartburn) akibat kenaikan asam lambung. (Foto: Dok. Gleneagles Hospital)

 

Apa Itu Penyakit Asam Lambung (GERD)?

GERD adalah kondisi kronis saat asam lambung berulang kali naik ke kerongkongan akibat melemahnya katup otot di bagian bawah esofagus, yang disebut lower esophageal sphincter (LES).
Normalnya, LES akan menutup setelah makanan masuk ke lambung. Namun, ketika fungsi katup ini terganggu, asam lambung dapat mengalir kembali ke atas dan menyebabkan iritasi.

Seseorang dikatakan mengalami GERD apabila keluhan refluks asam muncul setidaknya dua kali dalam seminggu, atau menimbulkan gejala berat minimal satu kali dalam seminggu.

Penyebab Penyakit Asam Lambung

Penyebab utama GERD berkaitan dengan gangguan pada fungsi LES. Saat otot ini melemah atau terlalu sering rileks, asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan.

Salah satu kondisi yang sering memicu GERD adalah hernia hiatus, yaitu ketika bagian atas lambung menonjol ke rongga dada melalui diafragma. Kondisi ini mengganggu mekanisme alami tubuh dalam menahan asam lambung tetap berada di lambung.

Faktor Risiko Penyakit Asam Lambung

1. Faktor Makanan dan Minuman

Beberapa jenis makanan dan minuman dapat meningkatkan produksi asam lambung atau melemahkan LES, antara lain:

  • Makanan berlemak dan gorengan

  • Makanan pedas dan asam (tomat, jeruk, cuka)

  • Kopi, teh, dan minuman berkafein

  • Minuman beralkohol dan bersoda

  • Cokelat, peppermint

  • Bawang dan bawang putih

2. Kondisi Medis

GERD juga lebih berisiko terjadi pada seseorang dengan kondisi berikut:

  • Hernia hiatus

  • Obesitas

  • Gastroparesis

  • Kehamilan

  • Skleroderma

3. Penggunaan Obat-obatan

Beberapa jenis obat diketahui dapat memicu refluks asam, seperti:

  • Obat antikolinergik

  • Obat asma tertentu

  • Calcium channel blockers

  • Obat penenang

  • NSAID (ibuprofen, aspirin)

  • Obat osteoporosis (bisfosfonat)

4. Kebiasaan Gaya Hidup

  • Merokok

  • Makan dalam porsi besar

  • Berbaring setelah makan

  • Sering membungkuk

  • Stres berlebihan

Gejala Penyakit Asam Lambung

Gejala GERD dapat berbeda pada setiap orang, namun yang paling umum adalah:

  • Rasa terbakar di dada (heartburn)

  • Rasa asam atau pahit di mulut

  • Mudah kenyang

  • Sering bersendawa

  • Nyeri tenggorokan atau suara serak

  • Mual dan muntah

  • Bau mulut

  • Batuk kering kronis

Pada kondisi tertentu, gejala bisa memburuk saat berbaring atau setelah makan.

Gejala GERD pada Bayi dan Anak

  • Muntah berulang

  • Rewel dan sulit makan

  • Gangguan pernapasan

  • Sulit tidur setelah makan

  • Tersedak saat tidur

 

Perbedaan GERD dan Maag

Maag (dispepsia) merupakan istilah umum untuk keluhan nyeri, kembung, dan mual di lambung.
Sementara itu, GERD adalah penyakit spesifik yang disebabkan oleh naiknya asam lambung ke kerongkongan.

Dengan kata lain, maag adalah gejala, sedangkan GERD adalah diagnosis penyakitnya.

 

Diagnosis Penyakit Asam Lambung

Untuk memastikan diagnosis GERD, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang, seperti:

  • Gastroskopi, untuk melihat peradangan pada kerongkongan

  • Manometri esofagus, untuk menilai fungsi otot kerongkongan

  • Rontgen saluran cerna atas

  • Pengukuran pH kerongkongan, untuk mengetahui tingkat keasaman

  • Elektrokardiogram (EKG), guna menyingkirkan kemungkinan gangguan jantung

 

Pengobatan Penyakit Asam Lambung

GERD merupakan kondisi kronis yang umumnya tidak dapat disembuhkan secara total. Namun, gejalanya dapat dikendalikan dengan penanganan yang tepat.

1. Perubahan Gaya Hidup

  • Menjaga berat badan ideal

  • Berhenti merokok

  • Menghindari makan larut malam

  • Tidak langsung berbaring setelah makan

  • Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi

  • Menghindari makanan pemicu

2. Pengobatan Medis

Dokter dapat meresepkan obat seperti:

  • Antasida

  • Penghambat reseptor H2

  • Inhibitor pompa proton (PPI)

3. Tindakan Operasi

Pada kasus GERD berat yang tidak membaik dengan obat, tindakan operasi dapat menjadi pilihan.

 

Komplikasi Penyakit Asam Lambung

Jika tidak ditangani, GERD dapat menyebabkan:

  • Esofagitis

  • Striktur esofagus

  • Esofagus Barrett

  • Peningkatan risiko kanker esofagus

 

Pencegahan Penyakit Asam Lambung

Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan:

  • Makan dengan porsi kecil dan teratur

  • Menghindari makanan berlemak, pedas, dan asam

  • Membatasi konsumsi cokelat dan minuman bersoda

  • Mengatur waktu makan sebelum tidur

  • Mengelola stres dengan baik

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami:

  • Nyeri dada hebat

  • Sulit menelan

  • Muntah darah

  • Tinja berwarna hitam

  • Penurunan berat badan tanpa sebab jelas

 

Kesimpulan

Penyakit asam lambung atau GERD merupakan kondisi yang perlu ditangani dengan tepat agar tidak menimbulkan gangguan berkepanjangan maupun komplikasi. Penerapan pola hidup sehat, pengaturan pola makan, serta penanganan medis yang sesuai dapat membantu mengendalikan gejala dan mencegah kekambuhan.

Apabila keluhan asam lambung sering muncul atau semakin berat, segera lakukan konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Syarif Hidayatullah untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

“Kendalikan Asam Lambung, Jaga Kesehatan Sejak Dini.”

Referensi:
Halodoc. (2026, 15 Januari). Penyakit asam lambung. Diakses dari https://www.halodoc.com/kesehatan/penyakit-asam-lambung, Mitra Keluarga. (2024, 12 Februari). Gejala GERD, penyebab, dan pengobatan yang tepat. Diakses dari https://www.mitrakeluarga.com/artikel/penyakit-gerd

RS Syarif Hidayatullah – Banyak orang tidak menyadari bahwa pembuluh darah mereka perlahan mulai mengeras dan menyempit. Kondisi medis ini dikenal sebagai Aterosklerosis, sebuah proses akumulasi plak yang sering kali menjadi "aktor intelektual" dibalik terjadinya penyakit jantung koroner.

Arteri yang seharusnya elastis dan lancar mengalirkan nutrisi serta oksigen, bisa berubah menjadi kaku akibat timbunan lemak dan kolesterol. Jika dibiarkan, aliran darah ke organ-organ vital akan terhenti total.

ATEROSKLEROSISPENUMPUKAN PLAK: Ilustrasi bagaimana kolesterol menyumbat aliran darah dalam arteri (Aterosklerosis).

Mengapa Pembuluh Darah Bisa Tersumbat?

Meskipun pemicu pastinya masih terus diteliti, para ahli jantung sepakat bahwa aterosklerosis dimulai dari adanya luka atau cedera pada dinding bagian dalam arteri. Beberapa faktor yang mempercepat kerusakan ini antara lain:

  • Gaya Hidup: Kebiasaan merokok, obesitas, hingga pola makan tinggi lemak dan alkohol.
  • Kondisi Medis: Riwayat hipertensi (tekanan darah tinggi), diabetes, serta kolesterol tinggi yang tidak terkontrol.
  • Faktor Internal: Faktor usia di atas 50 tahun, tingkat stres yang berkepanjangan, hingga faktor genetika dari keluarga.

Gejala yang Muncul Berdasarkan Lokasi Kerusakan

Aterosklerosis adalah "silent killer" karena proses penumpukan plaknya bisa memakan waktu puluhan tahun tanpa gejala. Keluhan biasanya baru muncul saat organ tubuh mulai "tercekik" karena kekurangan suplai darah.

  1. Jika Terjadi di Jantung: Penderita akan merasakan nyeri dada (angina) seperti diremas, sesak napas, hingga keringat dingin yang menunjukkan ancaman serangan jantung.
  2. Jika Terjadi di Otak: Waspadai tanda-tanda stroke seperti bicara tidak jelas (pelo), kelumpuhan mendadak pada satu sisi wajah, atau sakit kepala hebat.
  3. Jika Terjadi di Tungkai: Kaki terasa dingin, nyeri saat berjalan (klaudikasio), hingga munculnya luka di area telapak kaki yang sangat sulit sembuh.
  4. Jika Terjadi di Ginjal: Ditandai dengan pembengkakan pada kaki, rasa mual terus-menerus, dan penurunan frekuensi buang air kecil.

Deteksi Dini dan Langkah Pengobatan

Untuk mendiagnosis kondisi ini, dokter spesialis jantung di rumah sakit akan melakukan berbagai tes penunjang seperti tes darah (cek kolesterol), EKG, hingga USG Doppler dan Stress Test (Treadmill) untuk melihat fungsi jantung saat beraktivitas.

Jika didiagnosis lebih awal, aterosklerosis dapat dikelola melalui perubahan pola hidup sehat dan konsumsi obat-obatan seperti pengencer darah atau penurun kolesterol. Namun, pada kondisi yang sudah parah, prosedur medis seperti pemasangan ring (stent) hingga operasi bypass menjadi langkah penyelamatan yang harus diambil.

Periksakan Diri Anda

Mengingat gejalanya sering kali baru muncul setelah terjadi komplikasi berat, melakukan pemeriksaan rutin adalah langkah paling bijak untuk melindungi nyawa Anda.

Jangan tunggu hingga gejala sesak napas atau nyeri dada menyerang. Segera periksakan diri Anda ke Rumah Sakit Syarif Hidayatullah. Dengan fasilitas diagnostik yang modern dan penanganan dari dokter spesialis jantung yang berpengalaman, kami siap membantu Anda mendeteksi risiko penyumbatan pembuluh darah sedini mungkin.

Sayangi jantung Anda, mulailah pemeriksaan hari ini di Rumah Sakit Syarif Hidayatullah.

Ditulis oleh : Adelweis NF

RS Syarif Hidayatullah – Penyakit jantung seringkali diidentikkan dengan gaya hidup tidak sehat atau faktor usia. Namun, ada satu kondisi medis berbahaya bernama Endokarditis yang justru berawal dari masuknya kuman ke dalam aliran darah. Meski tergolong jarang terjadi dan hanya menyerang 3 hingga 10 orang dari setiap 100.000 penduduk, penyakit ini dapat berakibat fatal jika tidak ditangani secara cepat.

Lantas, bagaimana kuman yang tampak sepele bisa "memakan" jaringan jantung manusia? Berikut adalah ulasan mendalam hasil rangkuman data dokter spesialis jantung.

EndokarditisEndokarditis dapat berakibat fatal jika kuman masuk ke aliran darah dan merusak katup jantung. (Foto: Harley Street)

Apa Itu Endokarditis?

Endokarditis adalah peradangan parah yang terjadi pada lapisan dalam bilik dan katup jantung (endokardium). Infeksi ini umumnya terjadi ketika bakteri, jamur, atau kuman lainnya masuk ke aliran darah dan menempel pada bagian jantung yang sudah mengalami kerusakan sebelumnya.

Penyakit ini sangat berisiko bagi kelompok tertentu, di antaranya:

  • Pasien yang menderita kerusakan katup jantung.
  • Individu yang telah menjalani operasi cangkok katup jantung.
  • Penderita kelainan jantung bawaan.

Waspadai Pintu Masuk Kuman ke Jantung

Banyak yang tidak menyadari bahwa aktivitas harian yang tampak biasa bisa menjadi pintu masuk kuman penyebab endokarditis:

  • Masalah Gigi dan Mulut: Gusi yang berdarah saat menyikat gigi atau kondisi mulut yang tidak higienis memudahkan bakteri masuk ke pembuluh darah.
  • Prosedur Medis: Tindakan medis tertentu pada gigi, penggunaan kateter dalam waktu lama, hingga penggunaan jarum suntik yang tidak steril (tato/tindik) meningkatkan risiko infeksi.
  • Kondisi Medis Lain: Infeksi menular seksual atau radang usus dapat memberi celah bagi kuman untuk melakukan perjalanan hingga ke jantung.

Mengenali Gejala: Jangan Terkecoh dengan Flu Biasa

Gejala endokarditis bisa muncul secara mendadak dengan intensitas yang berbeda-beda pada setiap orang. Beberapa tanda umum yang wajib Anda waspadai meliputi:

  1. Gejala Mirip Flu: Demam tinggi, kedinginan, dan tubuh menggigil secara terus-menerus.
  2. Kelelahan Ekstrem: Rasa lelah yang disertai nyeri sendi serta otot (myalgia).
  3. Gangguan Pernapasan: Sesak napas dan nyeri dada yang tajam.
  4. Tanda Spesifik pada Kulit: Munculnya bintik merah di telapak tangan/kaki (Lesi Janeway), benjolan merah lunak di jari (Osler’s nodes), atau bintik keunguan (Petechiae).

Bahaya Komplikasi: Dari Stroke hingga Serangan Jantung

Kuman yang bersarang di jantung akan memproduksi racun dan enzim yang mampu mengikis jaringan hingga membuat katup jantung berlubang. Jika tidak segera ditangani, komplikasi serius dapat mengintai:

  • Iskemia dan Serangan Jantung: Pecahan kuman yang terlepas dapat menyumbat pembuluh darah arteri koroner.
  • Stroke: Penyebaran infeksi dapat memicu perdarahan atau abses pada otak.
  • Kerusakan Organ Lain: Infeksi dapat menyebar melalui darah ke ginjal, paru-paru, hingga tulang belakang.

Periksakan Diri Anda ke Rumah Sakit Syarif Hidayatullah

Mengingat bahayanya yang mengancam nyawa, pemeriksaan sedini mungkin adalah satu-satunya cara untuk mencegah komplikasi permanen. Penanganan yang tepat memerlukan diagnosis akurat dari tenaga ahli medis profesional.

Jangan abaikan gejala kecil yang terasa janggal pada tubuh Anda. Segera periksakan diri Anda ke Rumah Sakit Syarif Hidayatullah. Dengan tenaga medis spesialis jantung yang kompeten dan teknologi medis terkini, kami siap mendampingi Anda dalam mendeteksi dan menangani gangguan jantung secara komprehensif.

Jaga jantung Anda hari ini, untuk masa depan yang lebih sehat.

RS Syarif Hidayatullah – Istilah "angin duduk" sering kali dianggap sepele oleh sebagian masyarakat dan kerap disalahartikan sebagai masuk angin biasa yang bisa sembuh hanya dengan dikerok. Padahal, dalam dunia medis, kondisi yang dikenal sebagai Angina Pectoris ini merupakan sinyal darurat dari jantung yang bisa berakibat fatal.

Angin DudukIlustrasi nyeri dada hebat seperti tertindih beban berat yang menjadi gejala utama Angina Pectoris. (Foto: Fahum UMSU)

Data dari dokter spesialis jantung menunjukkan bahwa serangan ini menyerang tanpa peringatan, terutama saat jantung dipaksa bekerja ekstra keras. Lantas, bagaimana cara membedakannya dengan nyeri dada biasa?

Apa Itu Angin Duduk (Angina Pectoris)?

Angin duduk atau Angina Pectoris adalah nyeri dada hebat yang terjadi akibat otot jantung tidak mendapatkan pasokan darah dan oksigen yang cukup. Kondisi ini biasanya dipicu oleh penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah koroner.

Berbeda dengan masuk angin, keluhan ini lebih sering muncul saat penderitanya sedang beraktivitas fisik, di mana jantung memompa darah lebih cepat namun pasokannya terhambat.

Gejala Angin Duduk yang Wajib Diwaspadai

Berdasarkan penjelasan medis, gejala angin duduk memiliki karakteristik yang sangat khas. Segera waspadai jika Anda merasakan:

  • Nyeri Dada Khas: Dada terasa seperti ditekan, tertindih benda berat, atau terasa panas seperti terbakar.
  • Nyeri Menjalar: Rasa sakit tidak hanya berpusat di dada sebelah kiri, tapi menjalar hingga ke lengan kiri, leher, rahang, hingga punggung.
  • Sesak Napas: Kesulitan bernapas yang muncul bersamaan dengan nyeri.
  • Gejala Penyerta: Muncul keringat dingin yang berlebihan, mual, hingga rasa lemas yang luar biasa.
  • Penurunan Kesadaran: Dalam kondisi berat, penderita bisa mengalami pingsan atau hilangnya kesadaran secara mendadak.

Langkah Diagnosis di Rumah Sakit

Jika Anda atau kerabat mengalami gejala di atas, dokter spesialis jantung akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan diagnosis dan tingkat keparahan sumbatan. Beberapa prosedur medis yang umum dilakukan antara lain:

  1. Elektrokardiogram (EKG): Untuk merekam aktivitas listrik jantung.
  2. Ekokardiografi (ECHO): USG jantung untuk melihat struktur dan fungsi pompa jantung.
  3. Rontgen Dada: Melihat gambaran paru-paru dan ukuran jantung.
  4. CT Scan Jantung: Memberikan gambaran detail pembuluh darah koroner.
  5. Pemeriksaan Darah: Mengecek kadar enzim jantung sebagai indikator adanya kerusakan otot jantung.

Kapan Harus Mencari Pertolongan Medis?

Jangan menunda waktu. Jika nyeri dada tidak membaik dengan istirahat atau justru semakin berat, segera cari pertolongan medis.

Pesan Dokter: "Jangan menganggap remeh nyeri dada yang menjalar. Penanganan yang terlambat bisa berakibat fatal pada kerusakan permanen otot jantung. Deteksi dini adalah cara terbaik untuk menyelamatkan hidup Anda."

Konsultasi Spesialis di RS Syarif Hidayatullah

Bagi Anda yang merasakan gejala di atas atau ingin melakukan screening kesehatan jantung secara menyeluruh, jangan ragu untuk periksakan diri Anda ke Rumah Sakit Syarif Hidayatullah.

Dengan dukungan dokter spesialis jantung yang berpengalaman dan fasilitas pemeriksaan yang lengkap, Rumah Sakit Syarif Hidayatullah siap memberikan penanganan cepat dan tepat untuk menjaga kesehatan jantung Anda dan keluarga.

Segera buat janji temu atau kunjungi layanan IGD kami jika Anda mengalami kondisi darurat.