Apa Itu Ambeien? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa Itu Ambeien? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

fShare
Tweet

RS Syarif Hidayatullah – Rasa tidak nyaman, gatal, hingga timbulnya rasa nyeri berdenyut dan pendarahan saat buang air besar (BAB) merupakan keluhan kesehatan yang sangat sering dialami oleh masyarakat. Namun, karena letak gangguannya berada di area sensitif, banyak orang merasa malu atau enggan untuk membicarakannya dan memilih menunda pemeriksaan medis. Kondisi ini dalam istilah awam dikenal luas dengan sebutan ambeien atau wasir, sedangkan dalam dunia medis disebut sebagai hemoroid.

Di tengah pola hidup masyarakat perkotaan seperti di wilayah Tangerang Selatan dan sekitarnya yang ditandai dengan tingginya tingkat konsumsi makanan cepat saji minim serat, kebiasaan duduk terlalu lama saat bekerja, serta kurangnya aktivitas fisik angka kejadian ambeien terus meningkat. Rumah Sakit Syarif Hidayatullah menekankan pentingnya pemahaman masyarakat mengenai ambeien. Mitos bahwa ambeien selalu membutuhkan tindakan operasi besar perlu ditepis, karena dengan deteksi dini dan perubahan gaya hidup yang tepat, ambeien dapat dicegah serta ditangani secara efektif tanpa rasa takut.

Ilustrasi dokter menjelaskan tentang Ambeien (Foto: Dok. RS Syarif Hidayatullah

I. Memahami Patofisiologi: Apa Itu Ambeien (Hemoroid)?

Secara anatomis, ambeien atau hemoroid bukanlah suatu tumor atau pertumbuhan jaringan abnormal, melainkan kondisi pembengkakan atau pembesaran pembuluh darah balik (vena) dan jaringan ikat di sekitar rektum bawah serta anus.

Di area anus terdapat bantalan pembuluh darah (hemorrhoidal cushions) yang secara alami berfungsi membantu menahan kelancaran buang air besar dan menjaga kerapatan anus. Namun, ketika pembuluh darah di area ini menerima tekanan intraabdominal yang berlebihan secara terus-menerus, pembuluh vena akan meregang, melebar, membengkak, dan menipis mirip seperti kondisi varises pada kaki. Akibatnya, dinding pembuluh darah menjadi sangat rentan robek dan berdarah saat tergesek oleh kotoran (feses) yang keras.

 

II. Pengelompokan Jenis dan Derajat Tingkat Keparahan Ambeien

Berdasarkan lokasi letak pembengkakan pembuluh darahnya, ambeien terbagi menjadi dua kategori utama:

1. Ambeien Internal (Internal Hemorrhoids)

Pembengkakan terjadi di dalam saluran rektum (di atas garis dentate) yang tidak memiliki saraf perasa nyeri dalam jumlah banyak. Oleh karena itu, ambeien internal umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, namun sering ditandai dengan pendarahan segar berwarna merah terang saat buang air besar.

Berdasarkan tingkat keparahannya (stadium), ambeien internal dibagi menjadi 4 derajat:

  • Derajat 1: Pembuluh darah membengkak di dalam rektum. Belum ada benjolan yang keluar dari lubang anus. Biasanya hanya ditandai dengan pendarahan segar pada feses atau tisu.
  • Derajat 2: Benjolan ambeien mulai keluar (prolaps) dari lubang anus saat penderita mengedan kuat, namun benjolan tersebut dapat masuk kembali ke dalam anus secara otomatis setelah selesai BAB.
  • Derajat 3: Benjolan ambeien keluar dari anus saat BAB dan tidak dapat masuk kembali secara otomatis, melainkan harus didorong masuk secara manual menggunakan jari tangan.
  • Derajat 4: Benjolan ambeien telah keluar sepenuhnya dari lubang anus (permanen) dan tidak dapat didorong masuk kembali. Kondisi ini rentan mengalami penggumpalan darah (strombosis) serta infeksi yang memicu rasa nyeri hebat.

 

2. Ambeien Eksternal (External Hemorrhoids)

Pembengkakan terjadi di bawah kulit yang mengelilingi bagian luar lubang anus (di bawah garis dentate). Karena area kulit luar anus kaya akan serabut saraf sensorik, ambeien eksternal sangat sensitif terhadap rasa sakit, memicu rasa gatal hebat, rasa terbakar, pembengkakan yang meradang, serta rasa nyeri saat duduk atau berjalan.

 

III. Berbagai Penyebab dan Faktor Risiko Terjadinya Ambeien

Ambeien dipicu oleh peningkatan tekanan pada pembuluh darah di area panggul dan rektum. Beberapa faktor pemicu utamanya meliputi:

  • Sembelit Kronis (Konstipasi): Kebiasaan mengejan terlalu kuat saat buang air besar akibat feses keras memberikan tekanan mekanis yang sangat tinggi pada pembuluh darah anus.
  • Kurang Asupan Serat dan Cairan: Diet rendah serat (jarang mengonsumsi sayur dan buah) serta kurang minum air putih membuat struktur feses menjadi keras dan sulit dikeluarkan.
  • Kebiasaan Duduk Terlalu Lama di Toilet: Duduk terlalu lama saat BAB terutama sambil bermain ponsel atau membaca membuat otot-otot anus dalam posisi relaksasi berlebihan dan memicu gravitasi menarik pembuluh darah ke bawah.
  • Kebiasaan Duduk Berjam-jam Saat Bekerja: Kurang bergerak (sedentary lifestyle) menyebabkan aliran darah di area panggul melambat dan meningkatkan tekanan vena anus.
  • Masa Kehamilan (Maternal Hemorrhoids): Peningkatan hormon progesteron membuat dinding pembuluh darah merenggang, ditambah dengan pembesaran ukuran rahim yang menekan pembuluh darah balik utama di panggul.
  • Obesitas (Kelebihan Berat Badan): Beban berat badan berlebih meningkatkan tekanan intra-abdominal secara konstan ke area panggul bawah.
  • Sering Mengangkat Beban Sangat Berat: Aktivitas fisik atau olahraga angkat beban berat yang menuntut teknik pernapasan menahan napas (maneuver valsalva) dapat memicu ketegangan otot panggul.
  • Faktor Penuaan (Aging): Seiring bertambahnya usia, jaringan penyokong pembuluh darah di area rektum dan anus makin melemah dan menipis.

 

IV. Langkah-Langkah Pencegahan Efektif Terjadinya Ambeien

Mencegah ambeien pada dasarnya adalah tentang menjaga konsistensi feses tetap lunak dan melancarkan aliran darah di area anus.

Berikut adalah langkah-langkah pencegahan utama yang dapat diterapkan sehari-hari:

  • Perbanyak Konsumsi Makanan Kaya Serat: Tingkatkan asupan serat harian (25–30 gram per hari) melalui sayuran hijau, buah-buahan segar (seperti pepaya, apel, pisang), kacang-kacangan, dan gandum utuh guna melunakkan feses.
  • Cukupi Kebutuhan Cairan Tubuh: Minum air putih setidaknya 8–10 gelas (sekitar 2 liter) per hari untuk membantu serat bekerja melunakkan struktur kotoran di dalam usus.
  • Jangan Menunda Buang Air Besar: Segera ke toilet ketika dorongan untuk BAB muncul. Menunda BAB menyebabkan usus menyerap lebih banyak air dari feses, sehingga feses menjadi keras dan kering.
  • Hindari Mengejan Terlalu Kuat: Biarkan otot usus bekerja secara alami. Jangan memaksa mengejan keras jika feses belum mau keluar.
  • Batasi Waktu Duduk di Toilet: Usahakan tidak menghabiskan waktu lebih dari 5–10 menit di dalam toilet. Hindari membawa ponsel atau bahan bacaan ke toilet.
  • Rutin Berolahraga dan Tetap Aktif: Lakukan aktivitas fisik sedang seperti berjalan kaki, berenang, atau senam secara teratur selama 30 menit sehari untuk merangsang pergerakan (peristaltik) usus dan mencegah sembelit.
  • Hindari Duduk Terlalu Lama: Jika pekerjaan Anda menuntut untuk duduk lama di meja kerja, selingi dengan berdiri atau berjalan-jalan kecil setiap 1 jam sekali.

 

Kesimpulan

Ambeien adalah kondisi medis yang umum dan sangat dapat dicegah serta disembuhkan. Memahami penyebab utamanya seperti sembelit, kurang serat, dan kebiasaan mengedan merupakan kunci penting untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan bawah. Jangan biarkan rasa malu menahan Anda dari mendapatkan penanganan medis yang tepat. Apabila Anda mengalami keluhan pendarahan saat BAB, muncul benjolan di anus, atau rasa nyeri yang mengganggu, segera lakukan konsultasi ke dokter spesialis bedah umum atau spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Syarif Hidayatullah. Dengan diagnosis yang akurat dan penanganan medis berbasis teknologi modern, kami siap membantu Anda kembali bebas beraktivitas dengan nyaman!

 

Referensi:
Alodokter. (2024, 23 Februari). Ambeien: Penyebab, gejala, dan cara mengobatinya. Ditinjau secara medis oleh dr. Pittara. https://www.alodokter.com/ambeien
Eka Hospital. Penyakit ambeien: Penyebab, gejala, dan cara mengobatinya. Tim Medis Eka Hospital. https://www.ekahospital.com/articles/penyakit-ambeien-penyebab-gejala-dan-cara-mengobatinya
Siloam Hospitals. (2026, 28 Juli). Kenali penyebab ambeien dan cara mencegahnya. Tim Medis Siloam Hospitals. https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/kenali-penyebab-ambeien-dan-cara-mencegahnya

Copyright ©2026 RS Syarif Hidayatullah


main version