Artikel Kesehatan
kasrs

hotline

RS Syarif Hidayatullah - Henti jantung mendadak (sudden cardiac arrest) merupakan kondisi darurat medis yang terjadi ketika sistem kelistrikan jantung mengalami gangguan secara tiba-tiba. Hal ini menyebabkan jantung berhenti memompa darah ke seluruh tubuh, termasuk ke otak dan organ vital lainnya.

Kondisi henti jantung berbeda dengan serangan jantung (heart attack). Pada serangan jantung, gangguan terjadi akibat tersumbatnya aliran darah ke otot jantung, sedangkan pada henti jantung, masalah utama terletak pada gangguan irama jantung (aritmia). Henti jantung dapat dialami oleh siapa saja tanpa memandang usia. Pemahaman mengenai tanda-tanda klinis serta langkah pertolongan pertama yang cepat dan tepat sangat krusial karena setiap detik keterlambatan dapat berakibat fatal. Rumah Sakit Syarif Hidayatullah siap mendukung kesiapsiagaan masyarakat dalam penanganan kegawatdaruratan medis.

HENTI JANTUNGPelatihan Pertolongan Pertama Resusitasi Jantung Paru (RJP/CPR) dan Pemeriksaan Kesehatan Jantung (Foto: Dok. RS Syarif Hidayatullah)

I. Penyebab Utama Henti Jantung Mendadak

Henti jantung umumnya dipicu oleh gangguan irama jantung yang mematikan, seperti Ventricular Fibrillation (VF) atau Ventricular Tachycardia (VT). Beberapa kondisi medis yang melatarbelakangi terjadinya gangguan kelistrikan ini meliputi:

  • Penyakit Jantung Koroner: Penyumbatan pembuluh darah arteri jantung yang memicu kerusakan jaringan otot jantung.
  • Gagal Jantung dan Kardiomiopati: Kelainan struktur atau otot jantung yang membengkak, menebal, atau melemah.
  • Penyakit Katup Jantung: Kerusakan pada katup jantung yang menyebabkan gangguan aliran darah dan pembesaran bilik jantung.
  • Penyakit Jantung Bawaan: Kelainan struktur jantung yang telah ada sejak lahir.
  • Kondisi Darurat Luar: Tersengat listrik berkekuatan tinggi, tenggelam, serangan asma berat, atau kekurangan oksigen akut (hipoksia).
  • Ketidakseimbangan Elektrolit: Kadar kalium atau magnesium dalam darah yang terlalu tinggi atau rendah secara drastis.

 

II. Gejala dan Tanda Awal Henti Jantung

Henti jantung sering kali terjadi secara mendadak tanpa peringatan awal. Namun, beberapa tanda khas yang menandakan seseorang mengalami henti jantung meliputi:

  • Hilang Kesadaran Mendadak: Korban tiba-tiba pingsan, roboh, dan tidak merespons saat dipanggil atau dirangsang.
  • Tidak Bernapas atau Napas Tidak Normal: Korban tidak bernapas sama sekali atau hanya tampak megap-megap (gasping).
  • Tidak Teraba Denyut Nadi: Denyut nadi di leher (arteri karotis) atau pergelangan tangan tidak teraba.

 

Pada beberapa kasus, penderita dapat mengalami gejala awal beberapa jam atau menit sebelum kejadian henti jantung, seperti rasa tidak nyaman di dada, jantung berdebar kencang (palpitasi), pusing hebat, atau sesak napas mendadak.

III. Pertolongan Pertama Henti Jantung (Rantai Kelangsungan Hidup)

Jika Anda menemukan orang yang secara tiba-tiba roboh dan tidak sadarkan diri, segera lakukan langkah-langkah pertolongan pertama C-A-B berikut:

1. Cek Kesadaran dan Keamanan Lingkungan

  • Pastikan lingkungan aman bagi Anda dan korban (aman diri, aman lingkungan, aman pasien).
  • Tepuk bahu korban secara kuat sambil berteriak memanggilnya: "Pak/Bu, apakah Anda baik-baik saja?"

 

2. Panggil Bantuan Darurat Segera

  • Jika korban tidak merespons, segera berteriak meminta bantuan orang sekitar untuk menghubungi nomor darurat medis / ambulans atau IGD Rumah Sakit terdekat.
  • Minta orang di sekitar Anda untuk mengambil alat Automated External Defibrillator (AED) jika tersedia di fasilitas umum.

 

3. Lakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP / CPR)

Jika korban tidak bernapas normal dan tidak ada denyut nadi:

  • Posisikan korban berbaring telentang di atas permukaan yang keras dan rata.
  • Berlutut di samping dada korban. Letakkan tumit salah satu telapak tangan di tengah dada (tulang dada), lalu tumpuk telapak tangan Anda yang lain di atasnya dengan jari-jari saling mengunci.
  • Posisikan siku tegak lurus di atas dada korban.
  • Lakukan kompresi dada secara cepat dan kuat dengan kedalaman sekitar 5–6 cm dan kecepatan 100–120 kali per menit (seirama dengan lagu Stayin' Alive).
  • Lakukan kompresi secara terus-menerus hingga bantuan medis profesional datang atau alat AED siap digunakan.

 

4. Gunakan Alat Defibrilator (AED) Jika Tersedia

  • Nyalakan alat AED dan ikuti instruksi suara yang diberikan oleh mesin tersebut.
  • Tempelkan pad elektroda pada dada telanjang korban sesuai petunjuk gambar pada AED.
  • Pastikan tidak ada orang yang menyentuh tubuh korban saat AED menganalisis irama jantung atau memberi kejutan listrik (shock).

 

Kesimpulan

Henti jantung merupakan kondisi kegawatdaruratan medis yang membutuhkan tindakan instan. Melakukan kompresi dada (RJP/CPR) dengan cepat dan benar dapat melipatgandakan peluang kelangsungan hidup korban hingga bantuan medis profesional tiba. Bagi penderita penyakit jantung atau individu dengan faktor risiko tinggi, pemeriksaan kesehatan jantung secara berkala sangat disarankan. Segera konsultasikan kondisi kesehatan jantung Anda ke Rumah Sakit Syarif Hidayatullah. Tim Dokter Spesialis Jantung kami siap memberikan pemeriksaan elektrokardiogram (EKG), echocardiography, serta penanganan medis komprehensif untuk menjaga kesehatan jantung Anda!

 

Referensi:
Alodokter. (2025). Henti jantung mendadak - Gejala, penyebab, dan penanganan. Ditinjau secara medis oleh dr. Pittara. https://www.alodokter.com/henti-jantung-mendadak
Royal Progress Hospital. (2026). Henti jantung: Kenali penyebab, gejala, dan penanganannya. Ditinjau secara medis oleh Tim Medis RS Royal Progress. https://royalprogress.com/id/blog/spesialisasi-medis/kesehatan-jantung/henti-jantung/
Tzu Chi Hospital. (2025). Henti jantung mendadak: Penyakit berbahaya yang butuh pertolongan cepat. Tim Medis Tzu Chi Hospital. https://tzuchihospital.co.id/article/henti-jantung