Kelahiran Bayi Prematur: Pengertian, Penyebab, dan Cara Mencegahnya Sejak Dini

Kelahiran Bayi Prematur: Pengertian, Penyebab, dan Cara Mencegahnya Sejak Dini

fShare
Tweet

RS Syarif Hidayatullah - Kelahiran bayi prematur merupakan kondisi ketika bayi lahir sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu. Masalah kesehatan ini masih menjadi salah satu penyebab utama gangguan kesehatan pada bayi baru lahir. Bayi prematur memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan pernapasan, berat badan lahir rendah, hingga masalah tumbuh kembang. Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil dan keluarga untuk memahami apa itu kelahiran prematur, faktor penyebabnya, serta cara mencegah kelahiran bayi prematur sejak dini melalui pemeriksaan kehamilan rutin dan pola hidup sehat selama masa kehamilan.

Ilustrasi bayi prematur didalam inkubator (Foto: Dok.citasehat)

Pengertian Kelahiran Prematur

Kelahiran prematur merupakan kelahiran yang terjadi sebelum Hari Perkiraan Lahir (HPL) bayi. Artinya, kelahiran prematur adalah kelahiran yang terjadi sebelum awal minggu ke-37 usia kehamilan. Bayi yang terlahir prematur, terutama yang lahir sangat dini, seringkali memiliki masalah medis atau komplikasi. Semakin dini bayi lahir, semakin tinggi pula risiko komplikasinya. Beberapa tingkatkan seberapa dini bayi lahir prematur yaitu:

  • Late preterm, bayi lahir antara 34 hingga 36 minggu kehamilan lengkap.
  • Moderately preterm, bayi lahir antara 32 hingga 34 minggu kehamilan.
  • Very preterm, bayi lahir kurang dari 32 minggu kehamilan.
  • Extremely preterm, bayi lahir pada atau sebelum 24 minggu kehamilan.

 

Penyebab Kelahiran Prematur

Penyebab kelahiran prematur sering kali tidak diketahui. Namun, ketuban pecah dini merupakan salah satu penyebab utama kelahiran prematur. Ada beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya kelahiran prematur, yaitu:

1. Faktor kesehatan ibu, di antaranya:

  • Preeklamsia
  • Gangguan pembekuan darah
  • Penyakit kronis, seperti penyakit ginjal, penyakit jantung, diabetes, dan tekanan darah tinggi
  • Penyakit infeksi, seperti infeksi saluran kemih, infeksi cairan ketuban, dan infeksi vagina
  • Kelainan pada bentuk rahim atau leher rahim
  • Pembukaan serviks yang terjadi lebih dini
  • Stres
  • Pernah mengalami keguguran
  • Kelebihan atau kekurangan berat badan sebelum hamil
  • Kekurangan nutrisi
  • Kebiasaan merokok sebelum dan selama masa kehamilan
  • Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol saat hamil
  • Penyalahgunaan NAPZA
  • Cedera fisik, misalnya cedera akibat persalinan sebelumnya
  • Pernah menjalani operasi pada serviks
  • Pernah mengalami kelahiran prematur sebelumnya
  • Riwayat kelahiran prematur di dalam keluarga

 

2. Faktor kehamilan, seperti:

  • Kelainan posisi atau gangguan fungsi plasenta
  • Plasenta yang lepas sebelum waktunya
  • Cairan ketuban yang terlalu banyak
  • Perdarahan vagina selama masa kehamilan
  • Hamil dengan bantuan prosedur bayi tabung
  • Hamil di usia remaja atau di atas 40 tahun
  • Tidak melakukan pemeriksaan kehamilan dengan baik
  • Jarak kehamilan yang terlalu dekat dari kehamilan sebelumnya

 

3. Faktor yang melibatkan janin, yaitu:

  • Kehamilan kembar
  • Janin menderita cacat lahir
  • Gangguan perkembangan janin
  • IUGR atau intrauterine growth restriction

 

Pencegahan Kelahiran Prematur

Meskipun penyebab pasti kelahiran prematur belum diketahui, ada beberapa cara yang dapat diupayakan untuk mencegah kelahiran prematur. Terutama bagi wanita yang memiliki risiko. 

  • Jalani pola makan dan hidup sehat sebelum dan selama kehamilan. Pastikan untuk mengonsumsi banyak biji-bijian, protein tanpa lemak, sayuran, dan buah-buahan.
  • Minum banyak air setiap hari. Jumlah yang disarankan adalah delapan gelas per hari, tapi minumlah lebih banyak jika berolahraga.
  • Konsumsi aspirin setiap hari sejak trimester pertama. Jika kamu memiliki tekanan darah tinggi atau riwayat kelahiran prematur. Dokter mungkin merekomendasikan untuk mengonsumsi 60 hingga 80 miligram aspirin setiap hari.
  • Berhenti merokok, menggunakan obat-obatan terlarang atau menggunakan obat resep tertentu secara berlebihan. Gaya hidup ini jika dijalani selama kehamilan dapat meningkatkan risiko cacat lahir tertentu, serta keguguran. 
  • Konsumsi suplemen progesteron. Khususnya untuk wanita yang memiliki riwayat kelahiran prematur atau memiliki ukuran serviks yang pendek.

 

Kapan Harus Ke dokter?

Jika Anda mengalami gejala persalinan prematur, seperti kontraksi teratur, nyeri punggung, atau keluarnya cairan dari vagina, segera hubungi dokter. Deteksi dini dan penanganan cepat dapat membantu mencegah kelahiran prematur atau meminimalkan risikonya. Kelahiran prematur adalah kondisi serius yang memerlukan perhatian khusus. Dengan memahami penyebab, risiko, dan langkah pencegahan, Anda dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kelahiran prematur.

Jika Anda memiliki risiko kelahiran prematur atau memerlukan konsultasi tentang kehamilan, tim dokter spesialis obstetri dan ginekologi (Obgyn) di RS Syarif Hidayatullah siap memberikan pelayanan terbaik. Dengan fasilitas NICU dan tenaga medis berpengalaman, RS Syarif Hidayatullah menyediakan perawatan komprehensif untuk ibu hamil dan bayi prematur.

“Kandungan Sehat Hari Ini, Bayi Kuat Hingga Waktu Nanti.”

Referensi: 
Halodoc. (2026, 04 Februari). Kelahiran Prematur. Diakses dari  https://www.halodoc.com/kesehatan/kelahiran-prematur?srsltid=AfmBOorfhfro2xU5doXqsYxWwg7QvXa4aWiGefeW8lLgfIevQ1-ALFrn
Alodokter. (2026, 04 Februari). Kelahiran Prematur. Diakses dari
https://www.alodokter.com/kelahiran-prematur
Ekahospital. (2026, 04 Februari). Kelahiran Prematur: Penyebab, Risiko dan Penanganan. Diakses dari
https://www.ekahospital.com/better-healths/kelahiran-prematur-penyebab-risiko-dan-penanganan

Copyright ©2026 RS Syarif Hidayatullah


main version