Panduan Lengkap Hordeolum atau Mata Bintitan: Mengapa Bisa Terjadi, Apa Bahayanya, dan Bagaimana Penanganan Medis yang Tepat?

Panduan Lengkap Hordeolum atau Mata Bintitan: Mengapa Bisa Terjadi, Apa Bahayanya, dan Bagaimana Penanganan Medis yang Tepat?

fShare
Tweet

RS Syarif Hidayatullah – Pernahkah Anda bangun di pagi hari dan merasakan kelopak mata yang terasa berat, nyeri saat berkedip, hingga munculnya benjolan kemerahan yang menyerupai jerawat? Dalam istilah kedokteran, kondisi ini dikenal sebagai Hordeolum, namun masyarakat kita jauh lebih akrab dengan sebutan bintitan. Meskipun sering dianggap sebagai masalah kesehatan ringan yang bisa sembuh dengan sendirinya, bintitan yang tidak mendapatkan penanganan yang higienis dapat memicu komplikasi infeksi yang jauh lebih luas pada jaringan wajah.

Sering kali, munculnya bintitan dikaitkan dengan mitos atau perilaku "mengintip" yang berkembang di masyarakat. Secara medis, anggapan ini adalah keliru. Bintitan adalah infeksi bakteri murni yang berkaitan erat dengan kesehatan kulit dan kebersihan area sekitar mata. Di Rumah Sakit Syarif Hidayatullah, kami menekankan pentingnya edukasi bahwa mata adalah organ yang sangat sensitif, sehingga infeksi sekecil apa pun pada kelopak mata harus ditangani dengan prosedur yang steril.

Visualisasi hordeolum atau bintitan (Foto: Dok. RSUD Soeselo)

Apa Itu Hordeolum (Bintitan) secara Medis?

Secara klinis, Hordeolum adalah peradangan supuratif (menghasilkan nanah) akut yang terjadi pada kelenjar di dalam kelopak mata. Kelopak mata manusia memiliki berbagai kelenjar minyak yang berfungsi menjaga kelembapan mata. Ketika saluran kelenjar ini tersumbat oleh sel kulit mati atau kotoran, bakteri dapat berkembang biak di dalamnya dan menyebabkan infeksi.

Dokter spesialis mata mengklasifikasikan hordeolum menjadi dua jenis utama berdasarkan lokasi kelenjar yang terkena:

  1. Hordeolum Eksternal: Infeksi terjadi pada kelenjar Zeis atau Moll yang terletak di tepi luar kelopak mata, tepat di pangkal bulu mata. Benjolan ini biasanya mengarah ke luar dan lebih mudah pecah atau mengeluarkan nanah secara alami.
  2. Hordeolum Internal: Infeksi terjadi pada kelenjar Meibom yang terletak lebih dalam di dalam lempeng kelopak mata (tarsus). Benjolan ini mengarah ke arah bola mata (konjungtiva). Karena letaknya yang di dalam, rasa nyerinya biasanya lebih hebat dan pembengkakannya bisa lebih luas dibandingkan jenis eksternal.

 

Penyebab Utama dan Mekanisme Terjadinya Infeksi

Penyebab nomor satu dari hordeolum adalah bakteri Staphylococcus aureus. Bakteri ini sebenarnya adalah penghuni normal di permukaan kulit manusia. Namun, infeksi akan terjadi apabila bakteri ini masuk ke dalam folikel rambut bulu mata atau kelenjar minyak yang tersumbat.

Beberapa faktor risiko yang secara signifikan meningkatkan kemungkinan seseorang terkena bintitan meliputi:

  • Kebiasaan Menyentuh Mata: Tangan manusia adalah sarang kuman. Mengucek mata tanpa mencuci tangan adalah cara tercepat memindahkan bakteri ke kelopak mata.
  • Kurangnya Higienitas Kosmetik: Penggunaan maskara atau eyeliner yang sudah kedaluwarsa atau berbagi alat rias dengan orang lain dapat memicu kolonisasi bakteri yang masif.
  • Penggunaan Lensa Kontak: Memasang lensa kontak dengan tangan yang tidak steril atau tidak membersihkan wadah lensa kontak secara rutin.
  • Blefaritis Kronis: Peradangan pada tepi kelopak mata yang menyebabkan produksi minyak berlebih dan penyumbatan saluran kelenjar secara terus-menerus.
  • Kondisi Medis Tertentu: Penderita diabetes melitus dan penyakit kulit seperti rosacea cenderung memiliki sistem pertahanan kulit yang lebih lemah, sehingga lebih rentan mengalami bintitan berulang.

 

Gejala-Gejala yang Tidak Boleh Diabaikan

Bintitan biasanya dimulai dengan rasa ganjal atau tidak nyaman pada kelopak mata. Berikut adalah perkembangan gejala yang perlu Anda perhatikan:

  • Munculnya benjolan kemerahan yang sangat nyeri jika disentuh.
  • Pembengkakan pada seluruh kelopak mata (terkadang hingga mata sulit dibuka).
  • Mata terasa berair dan sangat sensitif terhadap cahaya matahari.
  • Rasa gatal yang diikuti dengan rasa panas atau berdenyut pada area benjolan.
  • Munculnya titik putih atau kuning di puncak benjolan yang menandakan adanya kumpulan nanah.

 

Membedakan Hordeolum dengan Kalazion

Penting bagi Bunda dan Ayah untuk bisa membedakan bintitan (hordeolum) dengan Kalazion. Meskipun keduanya tampak sebagai benjolan di mata, sifatnya sangat berbeda:

  • Hordeolum: Disebabkan oleh infeksi bakteri, onsetnya cepat, dan terasa sangat nyeri.
  • Kalazion: Disebabkan oleh penyumbatan kelenjar minyak kronis tanpa infeksi akut. Benjolannya biasanya tidak merah, tidak terasa nyeri (hanya terasa mengganjal), dan bisa bertahan berbulan-bulan jika tidak dilakukan tindakan.

 

Mengapa Dilarang Keras Memencet Bintitan Sendiri?

Salah satu kesalahan paling fatal yang sering dilakukan pasien adalah mencoba memencet atau menusuk bintitan dengan jarum di rumah. Tindakan ini sangat berbahaya karena:

  1. Penyebaran Infeksi: Memencet benjolan dapat mendorong bakteri masuk lebih dalam ke jaringan lunak wajah, menyebabkan Selulitis Preseptal, yaitu infeksi luas pada jaringan di sekitar mata yang memerlukan rawat inap dan antibiotik dosis tinggi.
  2. Kerusakan Jaringan: Dapat meninggalkan jaringan parut permanen yang merusak bentuk kelopak mata atau pertumbuhan bulu mata.
  3. Trombosis Sinus Kavernosus: Meskipun jarang, infeksi dari area mata dapat menjalar melalui pembuluh darah menuju otak, yang merupakan kondisi mengancam nyawa.

 

Penanganan Medis dan Prosedur di Rumah Sakit

Di Rumah Sakit Syarif Hidayatullah, tim dokter kami mengutamakan penanganan yang aman dan efektif. Langkah penanganan biasanya meliputi:

  • Pemberian Antibiotik: Dalam bentuk salep mata atau obat tetes mata untuk mematikan bakteri penyebab infeksi.
  • Kompres Hangat Steril: Dilakukan 3-4 kali sehari untuk membantu melancarkan drainase minyak dan mempercepat pematangan nanah.
  • Prosedur Insisi dan Drainase: Jika bintitan tidak kunjung pecah atau ukurannya sangat besar, dokter spesialis mata akan melakukan pembedahan kecil (insisi) menggunakan alat steril untuk mengeluarkan nanah dan memberikan bantuan instan terhadap rasa nyeri.

 

Kesimpulan

Penyakit hordeolum atau bintitan merupakan kondisi yang perlu ditangani dengan tepat agar tidak menimbulkan gangguan berkepanjangan maupun komplikasi serius seperti selulitis wajah. Penerapan pola hidup bersih, selalu mencuci tangan sebelum menyentuh area wajah, serta menjaga kebersihan alat kosmetik dan lensa kontak merupakan langkah preventif terbaik untuk mengendalikan gejala dan mencegah kekambuhan.

Apabila keluhan bintitan Anda disertai dengan nyeri hebat, gangguan penglihatan, atau bengkak yang semakin meluas ke area pipi, segera lakukan konsultasi dengan dokter spesialis mata di Rumah Sakit Syarif Hidayatullah untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis yang tepat dan aman.

“Mata Sehat, Aktivitas Lancar: Jaga Higienitas Mata Sejak Dini.”

Referensi :
Alodokter. (2024, 1 November). Bintitan - Gejala, penyebab, dan pengobatan. Diakses dari https://www.alodokter.com/bintitan
Halodoc. Bintitan. Diakses dari https://www.halodoc.com/kesehatan/bintitan
JEC Eye Hospitals & Clinics. (2025, 15 Desember). Mata bintitan: Gejala, penyebab, dan cara mengobati. Diakses dari https://jec.co.id/id/article/mata-bintitan

-AdelweisNF-

Copyright ©2026 RS Syarif Hidayatullah


main version