RS Syarif Hidayatullah – Menemukan adanya benjolan lunak atau kenyal di area lipatan tubuh seperti di leher, ketiak, atau lipatan paha merupakan pengalaman yang kerap menimbulkan kekhawatiran bagi banyak orang. Sensasi ganjil saat menyentuh benjolan tersebut seringkali langsung dikaitkan dengan penyakit berbahaya atau kanker. Dalam istilah medis, kondisi pembengkakan atau pembesaran organ filter tubuh ini dikenal sebagai limfadenopati atau pembengkakan kelenjar getah bening.
Di tengah mobilitas masyarakat yang tinggi di wilayah Tangerang Selatan dan sekitarnya, perubahan cuaca serta tingginya paparan virus dan bakteri penyebab penyakit infeksi saluran pernapasan kerap memicu respon sistem kekebalan tubuh. Pembengkakan kelenjar getah bening pada dasarnya merupakan bukti adaptif bahwa sistem imun tubuh sedang bekerja keras melawan patogen berbahaya. Kendati demikian, Rumah Sakit Syarif Hidayatullah mengingatkan bahwa tidak semua pembengkakan bersifat reaksi infeksi biasa. Memahami karakteristik pembengkakan serta mengenali tanda-tanda peringatan bahaya (red flags) sejak dini adalah langkah krusial untuk mencegah komplikasi sistemik yang lebih serius.
Ilustrasi Kelenjar Getah Bening pada Leher (Foto: Dok. RS Syarif Hidayatullah)
I. Memahami Anatomi dan Fisiologi Sistem Getah Bening (Sistem Limfatik)
Untuk memahami penyebab pembengkakan kelenjar, penting untuk terlebih dahulu mengenal fungsi dasar sistem limfatik. Sistem getah bening adalah bagian vital dari sistem kekebalan tubuh yang terdiri dari jaringan pembuluh limfa dan ratusan kelenjar kecil berbentuk seperti kacang (nodus limfa) yang tersebar di seluruh tubuh.
Fungsi utama kelenjar getah bening meliputi:
- Penyaring Cairan Tubuh (Filtrasi): Kelenjar ini menyaring cairan limfa yang membawa sisa metabolisme, sel-sel mati, kuman, virus, dan bakteri dari jaringan tubuh sebelum dialirkan kembali ke dalam sirkulasi darah.
- Pusat Pertahanan Kekebalan Tubuh: Di dalam kelenjar getah bening terkonsentrasi sel-sel darah putih, khususnya sel limfosit B dan limfosit T. Ketika terjadi serangan infeksi, sel-sel limfosit ini akan membelah secara cepat dan memproduksi antibodi untuk menghancurkan mikroorganisme penyebab penyakit. Proses penggandaan sel imun inilah yang menyebabkan kelenjar membesar dan membengkak secara fisik.
II. Penyebab Utama Pembengkakan Kelenjar Getah Bening
Pembengkakan kelenjar getah bening dapat dipicu oleh berbagai kondisi kesehatan, mulai dari reaksi peradangan lokal hingga penyakit sistemik:
A. Infeksi Umum (Penyebab Paling Sering)
- Infeksi Saluran Pernapasan: Radang tenggorokan (faringitis), radang amandel (tonsilitis), influenza, sinusitis, atau infeksi telinga tengah (otitis media) sering memicu pembengkakan kelenjar di area leher dan di bawah rahang.
- Infeksi Gigi dan Mulut: Gigi berlubang parah, gusi bernanah (abses periapikal), atau sariawan parah.
- Infeksi Kulit dan Jaringan Lunak: Bisul, luka terinfeksi, atau selulitis di area lengan dapat memicu pembengkakan kelenjar di ketiak, sedangkan luka di kaki dapat memicu pembengkakan di lipatan paha (inguinal).
B. Infeksi Spesifik dan Kronis
- Tuberkulosis (TBC Kelenjar / Limfadenitis TB): Infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang tidak hanya menyerang paru-paru tetapi juga menginfeksi kelenjar getah bening leher, menyebabkan benjolan bergerombol yang dapat menyatu dan pecah mengeluarkan cairan seperti keju.
- Penyakit Virus Spesifik: Infeksi Epstein-Barr (Mononukleosis), Virus Sitomegalo (CMV), HIV/AIDS, serta virus campak.
- Penyakit Cakar Kucing (Cat Scratch Disease): Infeksi bakteri Bartonella henselae yang ditularkan melalui gigitan atau garukan kucing.
C. Penyakit Autoimun
Pada penderita penyakit autoimun, sistem kekebalan tubuh keliru menyerang jaringan tubuhnya sendiri. Kondisi seperti Lupus Eritematosus Sistemik (SLE) dan Rheumatoid Arthritis dapat memicu peradangan serta pembengkakan kelenjar getah bening di beberapa lokasi sekaligus (limfadenopati generalisata).
D. Keganasan (Kanker)
- Kanker Primer Sistem Limfatik (Limfoma): Terdiri dari Limfoma Hodgkin dan Limfoma Non-Hodgkin yang bermula langsung dari mutasi sel limfosit di dalam kelenjar getah bening.
- Kanker Darah (Leukemia): Kanker sel darah putih yang memicu penumpukan sel-sel abnormal di organ limfoid.
- Metastasis Kanker (Kanker Sekunder): Penyebaran sel-sel kanker dari organ asal (seperti kanker payudara yang menyebar ke kelenjar ketiak, atau kanker nasofaring dan paru yang menyebar ke kelenjar leher).
III. Tanda-Tanda Peringatan Bahaya (Red Flags) yang Wajib Diwaspadai
Sebagian besar pembengkakan kelenjar getah bening akibat infeksi bersifat jinak, terasa agak nyeri saat ditekan, konsistensinya kenyal, dan akan mengecil seiring sembuhnya infeksi. Namun, penderita wajib segera mendapatkan penanganan medis apabila menemukan tanda-tanda bahaya berikut:
- Konsistensi Keras dan Terfiksasi: Benjolan terasa sangat keras seperti batu saat ditekan dan melekat erat pada jaringan di sekitarnya sehingga tidak dapat digoyangkan atau digeser sama sekali.
- Tidak Terasa Nyeri (Painless Swelling): Pembengkakan yang tumbuh membesar tanpa menimbulkan rasa sakit justru memerlukan kewaspadaan lebih tinggi dibandingkan benjolan yang terasa nyeri akibat peradangan infeksi.
- Pembesaran yang Cepat dan Terus Menerus: Ukuran benjolan membesar secara drastis dalam hitungan hari atau minggu tanpa ada tanda-tanda mereda.
- Disertai Gejala Sistemik B Kanker (B-Symptoms):
- Demam Persisten: Demam ringan naik-turun yang berlangsung berturut-turut tanpa pemicu yang jelas.
- Keringat Malam Berlebih: Berkeringat sangat banyak di malam hari hingga membasahi pakaian dan seprai, meski suhu ruangan dingin atau ber-AC.
- Penurunan Berat Badan Tanpa Sebab: Kehilangan berat badan secara drastis (lebih dari 10 persen berat badan) dalam waktu singkat tanpa menjalani program diet.
- Lokasi Pembengkakan di Atas Tulang Selangka (Supraclavicular): Pembengkakan kelenjar di area cekungan atas tulang selangka memiliki risiko tinggi berhubungan dengan keganasan organ dalam dada atau perut.
- Disertai Sesak Napas dan Kesulitan Menelan: Pembengkakan kelenjar di leher atau dada yang menekan saluran pernapasan (trakea) dan saluran pencernaan (esofagus).
Kesimpulan
Pembengkakan kelenjar getah bening merupakan sinyal alami dari sistem pertahanan tubuh yang tidak boleh diabaikan begitu saja. Meskipun sebagian besar kasus disebabkan oleh respon infeksi ringan yang dapat sembuh, kehadiran benjolan yang berlanjut, terasa keras, atau disertai demam dan penurunan berat badan memerlukan pemeriksaan medis yang akurat. Jangan menunda untuk memeriksakan kondisi kesehatan Anda. Apabila Anda atau anggota keluarga menemukan pembengkakan kelenjar getah bening yang mencurigakan, segera konsultasikan ke tim dokter spesialis di Rumah Sakit Syarif Hidayatullah. Dengan pemeriksaan diagnostik modern serta pelayanan medis yang holistik dan ramah, kami siap membantu Anda mendapatkan kepastian diagnosis dan penanganan medis terbaik!
Referensi:Alodokter. (2025, 30 Agustus). Pembengkakan kelenjar getah bening: Penyebab dan cara mengatasinya. Ditinjau secara medis oleh dr. Pittara. https://www.alodokter.com/pembengkakan-kelenjar-getah-beningMitra Keluarga. (2025, 16 April). Mengenal kelenjar getah bening: Fungsi, penyebab bengkak, dan penanganannya. Tim Medis Mitra Keluarga. https://www.mitrakeluarga.com/artikel/kelenjar-getah-beningTzu Chi Hospital. (2026, 5 Maret). Benjolan kelenjar getah bening: Kapan harus mewaspadainya? Tim Medis Tzu Chi Hospital. https://tzuchihospital.co.id/article/benjolan-kelenjar-getah-bening

